2020 UNISLA LAMONGAN HARUS BEBAS SAMPAH PLASTIK


Berdasarkan studi yang dirilis oleh McKinsey and Co. dan Ocean Conservancy, Indonesia sebagai Negara penghasil sampah plastik nomor dua di dunia setelah China.

Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan oleh Hani ismail, aktivis dari Nol Sampah Surabaya yang hadir sebagai Narasumber dalam Kuliah Tamu yang bertajuk “Eliminasi Sampah Plastik Menuju Lingkungan Bebas Sampah”.

Acara yang digelar di Aula Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Lamongan pada Selasa 29 Oktober 2019 ini diselenggarakan bersama oleh 3 fakultas sekaligus, yaitu Fakultas Kesehatan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Fakultas Perikanan.

Dalam sambutannya, Dr. H. Madekhan, M.Si selaku dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan menyampaikan bahwa acara yang bertema lingkungan seperti ini baru pertama kali diadakan di Unisla, apalagi narasumbernya dari aktivis/pegiat lingkungan yang sudah malang melintang dalam masalah Lingkungan.

Permasalahan sampah plastik saat ini menjadi perhatian dunia, hal ini disebabkan karena sampah plastik menjadi sampah yang membutuhkan ratusan tahun untuk bisa terurai, sehingga banyak Negara-Negara besar di dunia yang kesulitan untuk menangani masalah sampah plastik yang menumpuk, ujar Hani saat menyampaikan materinya.

Lebih lanjut, perempuan lulusan Sarjana Ekonomi yang saat ini gencar mengkampanyekan Zero Waste ini berharap agar masyarakat semakin sadar untuk mengurangi penggunaan plastik seperti mulai menggunakan kantong ramah lingkungan untuk berbelanja, tumblr, sedotan stainless dan bahan ramah lingkungan lainnya.

Dirinya pun berharap hal ini bisa dimulai dari kampus Unisla, seperti mulai untuk tidak menggunakan plastik di kantin, memisahkan jenis sampah dan pengelolaannya atau bisa juga untuk mulai mencanangkan gerakan penggunaan totebag sebagai pengganti plastik. Agar selogan Unisla sebagai Kampus Hijau tidak hanya dilihat dari cat warna gedungnya saja, tapi manajemen pengelolaan lingkungan khususnya masalah sampah plastik, apalagi Unisla juga punya Prodi Kesehatan Lingkungan, jadi bukan tidak mungkin hal tersebut untuk bisa segera diwujudkan.

Penulis: M. Yepta Adiarta